Kisah Sedih

Aku nggak tahu gimana menjalani hidupku ke depannya. Karena belakangan ini hidupku penuh dengan kepura-puraan dan kebohongan. Sejak awal juni 2009 ini aku nggak kerja lagi di perusahaan asuransi jiwa tempat aku kerja setahun terakhir. Sedangkan aku masih pergi dari rumah seperti masih kerja. Pergi pagi, pulang sore, bahkan malam. Aku nggak berani bilang ke orang-orang di rumah kalau aku nggak kerja lagi. Karena aku takut bakal diremehkan lagi dan bakal dijadikan ‘bulan-bulanan’. Aku nggak tahu gimana nanti ke depannya memenuhi kewajiban keuanganku. Karena, aku langganan tv kabel belum setahun. Kalau putus langganan, aku didenda ratusan ribu rupiah. Selain itu, aku juga masuk asuransi unit-link yang ada investasinya. Untuk unit-link itu, aku harus sisihkan uang 900-an ribu selama tiga bulan sejak april-2009 ke july-2009. Sedangkan sumber penghasilanku hanya tinggal bisnis pulsa yang aku rintis sejak masih kerja di perusahaan asuransi jiwa tadi. Selain itu, reksadana pasar uang yang dananya belum sembilan ratus ribu rupiah. Aku harus gimana, ya ?! Bisa nggak ya, sumber penghasilan yang ada menjamin kebutuhanku sampai aku dapat sumber penghasilan baru ???

Keresahan Hati

Nggak lama lagi seniorku pergi tugas ke luar kota dalam rangka investigasi klaim dan pembukuannya di salah satu kantor pemasaran yang di bawah pengawasan n koordinator kami. Konsekuensinya tugas yang selama ini kami kerjain berdua kudu aku kerjain sendiri. Aku agak kuatir dengan kerjaanku nanti selama seniorku tugas luar. Karena selama ini aku lebih sering ngerjain tugas yang berhubungan dengan asuransi perorangan. Sedangkan seniorku itu lebih sering ngerjain tugas yang berhubungan dengan asuransi kolektif. Asuransi perorangan cenderung berhubungan dengan internal, sedang asuransi kolektif cenderung berhubungan dengan external. Pihak external sering nggak sabaran n cenderung ‘negative thinking’. Aku kudu gimana donk ?

Menyambut Tantangan Bisnis 2009

Tahun 2008 bisa dibilang tahun yang ironis bagi dunia ekonomi dan bisnis. Tahun ini diawali dengan sebuah optimisme ekonomi yang besar dan diakhiri dengan tragedi krisis finansial global yang menimbulkan pesimisme untuk tahun 2009, setelah pada 2007 bank dianggap tidak maksimal dalam menyalurkan kredit untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.

Pemerintah menstimulus perekonomian dengan menurunkan suku bunga supaya bank sebagai lembaga intermediasi berperan maksimal mendorong laju pertumbuhan ekonomi tahun 2008.

Guna mendorong pertumbuhan sektor riil, BI menurunkan tingkat suku bunga menjadi 8% untuk awal tahun 2008 supaya perbankan lebih agresif dalam menyalurkan pendanaan pada sektor dunia usaha. Hasilnya pertumbuhan kredit perbankan melaju pesat hingga pada Agustus pencapai Rp. 1.246.600 miliar.

Tekanan ekonomi pertama pada tahun 2008 datang dari keberadaan minyak. Pertengahan 2008, seolah minyak menjadi barang langka dan hasilnya harga minyak dunia melambung mencapai US$ 142.69 per barel. Seketika itu pemerintah tidak bisa menampung beban subsidi minyak yang pada perencanaan APBN harga minyak dipatok sekitar US$60 sampai US$70 per barel.

Pemerintah terpaksa harus mengurangi subsidi BBM dengan menaikan harga BBM nasional yang menyebabkan lonjakan inflasi 12,16% seiring dengan peningkatan permintaan barang pada hari raya Idulfitri.

Tekanan ekonomi kedua datang dari luar yaitu krisis finansial Amerika Serikat yang menyebabkan krisis finansial global. Tekanan ekonomi untuk tahun 2008 semakin bertambah ketika krisis finansial global menyebabkan likuiditas nasional tersendat dan nilai rupiah terdepresiasi. Gejolak di pasar modal membuat setiap orang waswas krisis ekonomi tahun 1998 akan terulang kembali.

Sejauh ini, krisis finansial global yang menyebabkan gejolak di pasar modal dan kekeringan likuiditas di sektor finansial berhasil ditangani dengan baik oleh pemerintah. Pemerintah berhasil menjaga gejolak nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp. 12.650 per US$1, meredam gejolak di pasar modal dan menjaga likuiditas perbankan dengan melakukan pendekatan langsung kepada pelaku pasar. Sejauh ini, pemerintah berhasil menjaga aliran dana luar negeri yang keluar masuk ke Indonesia dengan mempertahankan keseimbangan instrumen ekonomi.

Dipastikan tekanan krisis finansial global akan berlanjut sampai 2009. Resesi ekonomi Amerika dan negara-negara tujuan ekspor utama akan berdampak pada sektor industri nasional. Dengan mempertimbangkan alur distribusi perdagangan internasional, dampak krisis finansial global akan mencapai puncaknya setelah 6 bulan ke depan terhitung dari tanggal 15 Oktober 2008 sebagai tanda terjadinya krisis yang ditandai dengan kejatuhan Lehman Brothers.

Dampak krisis finansial global akan menekan dunia usaha untuk tahun 2009. Volume ekspor nasional dan daya beli masyarakat dipastikan akan menurun.

Sektor komoditas yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 29,9% mengalami tekanan berupa penurunan harga.

Penurunan harga komoditas akan menyebabkan tekanan daya beli masyarakat yang bertumpu pada kegiatan bisnis pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Kegiatan dunia usaha tahun 2009 juga masih dibayangi dengan PHK bagi perusahaan yang menggantungkan pasar ekspor sebagai tujuan utama.

Bertindak taktis

Melihat keadaan tersebut pada tahun 2009 para pelaku usaha harus bekerja keras untuk mempertahankan bisnisnya. Supaya dapat melewati tahun 2009 dengan sukses perusahaan harus bertindak taktis, dengan cepat menyesuaikan diri dengan keadaan.

Beberapa langkah yang dapat diambil oleh sektor dunia usaha untuk melalui tahun 2009 adalah sebagai berikut:

• Tahun 2009 dapat dijadikan momentum untuk menyeimbangkan pasar bagi dunia usaha atau perusahaan. Untuk bertahan dari dampak krisis global dunia usaha atau perusahaan harus mulai melakukan diversifikasi pasar dengan mengembangkan pasar baru seperti Timur Tengah, Rusia, Afrika dan negara bekas Uni Soviet yang sebelumnya tujuan pasar utama perusahaan nasional adalah Amerika Serikat dan Eropa. Walaupun membutuhkan waktu setidaknya dapat menjadi portofolio investasi pasar perusahaan di masa yang akan datang.

• Tahun 2009 dapat dijadikan momentum untuk mengembangkan pasar lokal. Selama ini banyak potensi pasar nasional yang dikuasai oleh perusahaan asing, perusahaan dapat mengembangkan pasar lokal dengan memperkuat image produk perusahaan. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah memperkuat brand image produk nasional baik yang di pasar lokal maupun dipasar internasional dengan sistem pemasaran yang efektif.

• Tahun 2009 dapat dilalui dengan me-review kembali efisensi atau efektivitas kegiatan bisnis perusahaan. Seperti masalah yang terjadi di industri nasional pada umumnya bagi dunai usaha atau perusahaan, tahun 2009 juga dapat diisi dengan melakukan perbaikan (efisiensi) sistem distribusi.
• Pada tahun 2009, saatnya merapatkan barisan baik pemerintah, dunia usaha dan pelaku ekonomi lainnya untuk mempererat kerja sama sehingga dapat menjadi satu kesatuan ekonomi nasional.

Apa pun yang akan terjadi di tahun 2009 kesempatan pasti selalu ada, baik yang bersifat jangka panjang maupun kesempatan yang langsung dapat dirasakan (jangka pendek). Hanya dengan komitmen dan kerja keras pelaku ekonomi pada setiap elemen dapat menghadapi tantangan pada tahun 2009. Dampak krisis finansial global dan keadaan ekonomi yang kurang mendukung pada tahun 2009 harus dapat dijadikan kesempatan bagi dunia usaha untuk meningkatkan kinerja pada masa yang akan datang.

Dikembangkan dari Bisnis Indonesia

Kisah Seputar Kartu Kredit II

Sesudah beberapa hari berlalu konfirmasi dari perusahaan penerbit kartu kredit, aku terima sms penolakan apply kartu kredit. Karena penasaran, aku tanya-tanya ke sana-sini. Akhirnya aku yakin kalau ada antara data di request form yang meragukan bahkan nggak sama dengan konfirmasi, maka request bakal ditolak.

Honestly, aku sempat kesal waktu tahu request aku ditolak. Karena aku sempat berangan-angan kalau aku bisa menambah modal usaha sampingan yang sudah aku rintis.

Tapi, seiring waktu aku mulai berpikir mungkin penolakan request kartu kreditku keuntungan bagiku. Karena semakin sedikit kewajiban ke pihak ke tiga, semakin bebas aku mengatur keuanganku.

Kisah Seputar Kartu Kredit

Aku kesal banget hari ini…:-{ Karena mamakku (baca:ibu) mengacaukan rencanaku untuk memperoleh kartu kredit. Prosedur pembuatan kartu kredit yang mengharuskan konfirmasi lewat telp orang-orang yang dekat dengan calon pemegang kartu kredit mengakibatkan rumahku ditelp oleh perusahaan penerbit kartu kredit yang ternama. Karena ortuku nggak suka aku punya kartu kredit, maka setiap kali konfirmasi dari pihak kartu kredit, jawabannya selalu membuat ragu perusahaan itu.

Kalau kalian berada di sikon yang aku alami kalian bakal gimana ???

Making a Wish in Birthday (14/09/1980 – 14/09/2008)

Sesuai dengan alamat blog ini, pada hari ini, minggu, 14-09-2008, umurku genap 28 tahun. Tapi nampaknya hampir nggak ada yang mengingat hari ulang tahunku. Dan orang-orang yang aku harap kasih ucapan selamat ulang tahun, sampai pagi ini belum ucapin selamat. Apa aku nggak pantas dikasih sedikit kesenangan di hari lahirku ? Bahkan orang tuaku sendiri memarahi aku…:-{ Sampai-sampai Tuhan yang menciptakan aku di keluargaku sepertinya jauh dariku…:-{ (Mudah-mudahan aja aku salah)

Stuck in the Middle 2

Menurut kalian gimana harus bersikap kalau ada dua boss atau lebih yang sama-sama berpengaruh sama kelangsungan kerja kita di perusahaan termpat kita kerja ? Kalau semuanya di hari yang sama kasih tugas untuk diselesaikan hari itu juga, yang mana bakal kalian ikuti untuk dikerjakan ?      Misalnya gini, kepala branch manager kasih kita tugas. Tapi nggak lama sesudah itu, regional division head juga kasih tugas untuk dikerjakan.      Kalian khan tahu biasanya branch manager yang setujui kita kerja jadi pegawai dengan rekomendasi regional division head tentunya. Branch manager jadi pihak yang minta pertanggungjawaban semua tugas yang berhubungan dengan pihak eksternal. Nah, sedangkan regional division head jadi pihak yang minta pertanggungjawaban semua tugas yang berhubungan dengan pihak internal perusahaan. Terutama yang berhubungan dengan main offce atau head quarter.            Kalau kalian jadi aku gimana ???

Stuck in the Middle

Hari ini, minggu, 07-09-2008. Aku lagi stress banget, nih !         Gimana nggak stress, coba … Tugas dari kantor pusat kudu selesai sebelum pelatihan atau bahasa kerennya trainning untuk kantor-kantor yang di bawah pengawasan kantor kami. Sedangkan tugas itu dikasih untuk dikerjain kurang dari seminggu sebelum trainning mulai.         Karena komputer yang sering aku pakai lebih sering bisa dengan mudah mengakses internet, maka kawan-kawan se-kantor sering menginterupsi kerjaanku demi data dan informasi ke/dari kantor pusat maupun kantor-kantor yang di bawah pengawasan kami. Belum lagi listrik yang sering mati di jam kerja.         Nah, sekarang sudah H-1 trainning day. Ntar sore para pejabat dari kantor pusat udah datang sama dengan seluruh staff kantor yang di bawah pengawasan kami. Tapi tugas dari kantor pusat belum kelar juga.         Sedangkan office boy yang pegang kunci kantor nggak mau cepat datang. Padahal aku udah pesan supaya cepat datang karena masih ada tugas dari kantor pusat yang masih harus dikerjain.         Kalau kalian kaya’ aku gimana ?

Friendship Day ( 06 Sept )

Hari Persahabatan (Friendship Day). Hm … Apakah hari persahabatan itu ? Mengapa persahabatan perlu dirayakan di seluruh dunia ?   Kalau hari persahabatan diperingati dan dirayakan di seluruh dunia, maka perlu dicari tahu dulu apa arti persahabatan itu sendiri. Apakah persahabatan itu ? Persahabatan berasal dari kata sahabat. Apakah arti sahabat itu ? Apa beda sahabat dengan teman atau kawan ?   Ada yang bilang sahabat itu beda dengan kawan. Ada juga yang bilang sahabat itu sama aja dengan kawan.   Ada yang mau kasih komentar ?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.